3 Fungsi Power Supply, Komponen Pendukungnya

Mungkin beberapa orang yang tidak mengerti tentang perangkat elektronik belum mengetahui betul tentang fungsi power supply. Perangkat yang berfungsi sebagai penyuplai tegangan listrik yang terletak di dalam casing CPU.

Ada dua jenis power supply yang biasanya digunakan sebagai sumber daya PC Desktop, yakni power supply internal dan power supply eksternal. Power supply internal ini terintegrasi dengan casing CPU. Sedangkan, power supply eksternal ini dibuat terpisah dari device.

Umumnya, power supply ini memberikan tegangan pada komponen komputer untuk Motherboarad, harddisk, hingga fan PC desktop. Jika komponen power supply rusak, dapat dipastikan jika PC desktop Anda tidak dapat difungsikan.

Karena aliran arus listrik untuk komponen PC desktop ini mati total. Ada bebrapa komponen pendukung dari power supply. Anda juga wajib mengetahui apa saja komponen penting yang ada di dalam power supply. Kinerja device ini ngaruh banget ke performa hard disk, agar CPU semakin powerfull.

Dengan begitu, maka Anda bisa mengatasi kerusakan pada power supply secara mandiri. Ya, ongkos perbaikan atas kerusakan pada power supply ini cukup mahal. Dengan menguasai fungsi komponen, maka Anda dapat menghemat biaya pengeluaran untuk mengatasi kerusakan di bagian power supply PC desktop.

Daftar Komponen Penting pada Power Supply

Fungsi Power Supply Beserta Komponen Pendukungnya

Power supply ini terdiri dari berbagai jenis komponen pendukung. Masing-masing komponen power supply memiliki fungsi dan peranan masing-masing. Jika salah satu komponen mengalami kerusakan, tentu saja power supply tidak dapat mengalirkan listrik secara sempurna.

Biasanya, ketidakmampuan power supply menghantarkan aliran listrik ke beberapa komponen device ini disebabkan karena adanya kerusakan komponen. Untuk itu, ini dia daftar komponen penting pada power supply. Diantaranya adalah sebagai berikut ini :

  1. Transformator

Komponen ini menjadi salah satu bagian yang memiliki peran cukup vital. Transformator berfungsi untuk mentransformasikan tegangan listrik melalui induksi elektromagnetik. Dengan begitu, maka device akan dialiri dengan listrik bertegangan stabil.

  1. Dioda

Komponen ini juga berfungsi untuk mencegah terjadinya konsleting pada PC Desktop. Dioda ini terdiri dari dua jenis komponen, anoda dan katoda. Komponen ini berfungsi untuk menghantarkan arus secara searah.

Selain itu, komponen ini juga berfungsi untuk menghalau arus listrik balik yang menyebabkan terjadinya konsleting.

  1. Kapasitor

Fungsi power supply ini memang memberikan tegangan yang aman pada device. Untuk itu, kapasitor bekerja untuk memberikan tegangan yang sesuai dengan daya PC desktop. Kapasitor ini berguna untuk mengubah arus AC menjadi arus DC.

Alhasil, komponen PC desktop menerima daya yang sesuai dengan kebutuhan. Jika kapasitor rusak, maka dapat dipastikan PC desktop besar kemungkinan mengalami konsleting.

  1. Resistor

Apabila Anda ingin tegangan power supply menurun, maka disinilah fungsi dari resistor. Komponen ini bertugas untuk membagi sekaligus menghambat tegangan listrik yang masuk ke dalam komponen motherboard.

 

  1. IC Regulator

Agar fungsi power supply tetap stabil, maka hal tersebut menjadi salah satu peran dari IC regulator. Komponen ini menjadi alat ukur untuk mengatur agar daya listrik tetap stabil di bagian motherboard.

 

  1. LED

Komponen LED pada power supply ini berfungsi sebagai “diode cadangan” yang memiliki sifat semikonduktor. LED juga membantu dioda dalam mengolah arus listrik untuk disalurkan ke motherboard.

Ini Dia Daftar Fungsi Power Supply pada Device

Fungsi Power Supply Beserta Komponen Pendukungnya

Tentu saja, fungsi power supply tidak boleh dianggap enteng. Pasalnya, komponen ini memegang peranan penting pada device. Sehingga, Anda harus menjaga komponen tersebut agar tidak rusak.

Ada beberapa fungsi lain dari power supply yang harus Anda ketahui. Maka dari itu, ini dia daftar fungsi vital power supply yang terdapat pada device. Diantaranya adalah sebagai berikut ini :

  1. Menyuplai Arus dan Tegangan Listrik

Fungsi pertama adalah menyuplai arus serta tegangan listrik ke komponen utama device Anda. Power supply ini menyediakan arus listrik bertegangan stabil ke motherboard, fan, hingga harddisk.

Masing-masing jenis PC desktop menggunakan power supply yang berbeda. Apabila Anda menggunakan PC gaming, maka power supply yang dibutuhkan tentu berkekuatan besar. Jika komponen ini rusak, maka device tidak dapat dioperasikan.

  1. Mencegah Konsleting

Fungsi kedua, power supply ini juga berfungsi untuk mencegah konsleting. Terdapat komponen di power supply yang berfungsi untuk mencegah arus balik atau kelebihan daya. Tentu ada beberapa faktor yang menyebabkan konsletig pada device.

fungsi power supply pada cpu

Oleh sebab itu, sangat penting adanya power supply pada device Anda. Sehingga, device Anda tetap aman ketika mengalami kelebihan daya atau tegangan arus balik secara mendadak.

  1. Menjaga Kestabilan Tegangan Listrik

Fungsi power supply selanjutnya adalah menjaga kestabilan tegangan atau arus listrik. Memang, power supply ini selain mengkonversi arus AC ke arus DC, komponen ini juga bertugas untuk menjaga kestabilan tegangan listrik agar tidak mengalami konsleting.

Tips Merawat Komponen Power Supply Agar Tidak Mudah Rusak

Fungsi Power Supply Beserta Komponen Pendukungnya

Agar power supply device tidak mudah rusak, maka ada beberapa tips perawatan yang dapat Anda coba. Memang, komponen ini sangat mudah rusak. Terlebih jika Anda mengabaikan perawatan secara berkala.

Apabila power supply rusak, maka biaya perbaikannya memang memakan biaya cukup mahal. Anda harus membeli perangkat baru karena power supply tidak dapat diperbaiki jika tanpa membongkarnya. Untuk itu, ini dia beberapa tips dalam merawat komponen power supply. Diantaranya adalah sebagai berikut ini :

  1. Menggunakan Power Supply Bertegangan Besar

apa fungsi power supply

Tips pertama, ada baiknya Anda menggunakan jenis power supply yang memiliki tegangan besar. Sebab, setiap jenis PC desktop membutuhkan tegangan listrik cukup besar. Sebagai langkah antisipatif, maka gunakan power supply dengan tegangan besar agar tidak mudah rusak.

  1. Memilih Power Supply Double Fan

Tips kedua, gunakan komponen power supply yang memiliki kipas ganda. Tujuannya agar power supply tidak mudah panas. Fungsi fan sendiri untuk mendinginkan power supply yang terlalu dipaksa untuk bekerja. Jika power supply terlalu panas, maka besar kemungkinan perangkat Anda mengalami konsleting.

  1. Jangan Menggunakan Perangkat Tambahan

Tips ketiga, jangan menambah aksesoris maupun perangkat tambahan yang dipasang pada motherboard. Hal ini tentu saja menambah kinerja dari power supply. Jika Anda memaksakan pemasangan perangkat tambahan, maka fungsi power supply dapat menurun drastis. Sehingga, perangkat mudah rusak karena tegangan listrik power supply menurun secara tiba-tiba.

  1. Membersihkan Debu yang Masuk ke Power Supply

Tips keempat, jangan lupa lakukan pembersihan debu yang ada di beberapa bagian power supply. Bisa saja komponen ini terkena partikel debu-debu yang masuk melalui casing CPU. Anda bisa membersihkan menggunakan kuas atau penghisap debu khusus yang berukuran kecil.

fungsi power supply

  1. Gunakan Stabilizer

Tips kelima, Anda disarankan untuk menggunakan stabilizer agar tegangan power supply tetap stabil. Dengan begitu, maka stabilizer dapat membantu power supply untuk tetap stabil dalam menyalurkan tegangan listrik ke beberapa komponen device.

Power supply merupakan perangkat komponen yang memiliki peranan cukup penting. Komponen ini menghasilkan arus listrik stabil yang kemudian dialirkan ke beberapa perangkat device. Agar fungsi power supply tetap awet, maka kami sarankan Anda untuk mengetahui tips merawatnya.