Inilah Tutorial Konfigurasi Database Server Beserta Fungsinya

Apabila Anda sedang menggunakan teknologi komputer jaringan, maka Anda harus paham betul tentang konfigurasi database server. Database server ini memberikan sebuah data yang sedang dicari oleh pengguna jaringan komputer.

Sebab, database server ini berisikan banyak data yang disimpan oleh jaringan komputer. Sehingga, seseorang yang menggunakan database server ini dipermudah untuk proses pencarian data-data yang tersimpan di big data.

Setiap komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet wajib dikonfigurasikan dengan server database. Sebab, Anda tidak akan mendapatkan informasi yang dibutuhkan jika tidak dikonfigurasikan dengan server database.

Alhasil, Anda bisa mencari semua data-data yang dibutuhkan tanpa perlu menunggu terlalu lama. Database server ini pun terkoneksi dengan jaringan internet. Oleh sebab itu, Anda bisa mencari semua infomasi dalam dunia internet.

Ada banyak keuntungan dengan menggunakan database server, baik untuk perusahaan maupun perorangan. Maka dari itu, Anda dapat mempelajari tentang konfigurasi dan cara kerja dari database server pada teknologi komputer jaringan.

Selain itu, Anda juga wajib tahu apa saja perbedaan dari database server. Lalu, ketahui pula perbedaan dan fungsi dari masing-masing jenis database server. Sebab, Anda tidak dapat mempelajari cara konfigurasi apabila tidak mengetahui fungsinya terlebih dahulu.

Jenis-Jenis Database Server Jaringan dan Pengertiannya

Tutorial Konfigurasi Database Server Beserta Fungsinya

Apabila Anda bekerja sebagai teknisi komputer jaringan, maka ketahui jenis-jenis databaser server terlebih dahulu. Selain itu, Anda juga harus bisa membedakan antara jenis-jenis database server. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan fungsi antar jenis.

Pada artikel sebelumnya kami bahas tentang konfigurasi ftp server,  agak sedikit berbeda dengan konfigurasi server kita kali ini. Beberapa jenis-jenis database server jaringan beserta pengertiannya. Diantaranya adalah sebagai berikut ini :

  1. Operational Database

Apabila Anda ingin mendapatkan informasi secara update dan real time, maka gunakan operational database. Sistem ini memberikan informasi terupdate dan selalu diperbarui secara real time.

Salah satu sistem operasional yang sering digunakan oleh perusahaan besar adalah SQL (Structured Query Language). Hingga kini, operasional database dapat membaca data yang tidak struktur (NoSQL). Rata-rata, teknisi jaringan wajib menguasai cara konfigurasi database server jenis operasional database.

  1. Analytical Database

Jenis database server selanjutnya adalah tipe analytical database. Tipe server database yang satu ini berpusat pada informasi analisa bisnis (business intelligence).

Data yang disajikan oleh analytical database ini berbasis grafis yang diringkas untuk memudahkan pengguna untuk mencari tahu analisis bisnis tertentu. Server database tipe ini sangat dibutuhkan oleh suatu perusahaan atau organisasi tertent.

  1. Database Warehouse

Sesuai dengan namanya, database warehouse merupakan kumpulan dari semua data-data yang tersedia. Anda bisa mencari data dan informasi yang telah terkumpul beberapa tahun yang lalu.

Sebab, informasi tersebut tersimpan rapi di database warehouse. Sebagai pengguna, Anda wajib tahu bagaimana cara instalasi dan konfigurasi database server tipe database warehouse.

  1. Relational Database

Setiap informasi di big data ini memang saling terkiat satu sama lain. Oleh sebab itu, Anda wajib memasang database tipe relational. Dengan menggunakan tipe database server relational, maka Anda bisa mencari informasi yang memiliki keterikatan dengan informasi lainnya.

  1. External Database

Dan jenis database yang wajib Anda ketahui selanjutnya adalah external database. Database jenis ini disediakan oleh pihak ketiga. Biasanya, database external ini disediakan untuk pengguna yang ingin mencari informasi alternatif.

Ini Dia Daftar Software Server Database

Tutorial Konfigurasi Database Server Beserta Fungsinya

Ada beberapa software yang digunakan untuk konfigurasi database server. Sebagai pemula, Anda juga dapat melakukan konfigurasi secara manual. Hanya saja, Anda perlu mengetahui beberapa tahapan untuk melakukan konfigurasi secara manual.

Namun sebelum itu, Anda perlu mengetahui beberapa software yang direkomendasikan untuk menkonfigurasi server database secara manual. Diantaranya adalah sebagai berikut ini:

  1. Microsoft Acces

Microsoft Acces ini menjadi rekomendasi software untuk mengatur database server antar komputer dalam satu jaringan secara relasional. Database yang tertanam dalam big data software aplikasi Microsoft Acces ini diambil dari Microsoft Jet Database Engine.

Database yang digunakan pun juga menggunakan seri terbaru, yakni Microsoft Office System 2007. Software ini sering digunakan sebagai “bahan pelajaran” bagi para teknisi jaringan pemula sebelum mempelajari software database server lainnya.

  1. Fire Bird

Jika Anda sedang mencari software aplikasi untuk konfigurasi database server tipe standar, maka bisa menggunakan Fire Bird SL. Ada banyak jenis sistem operasi yang kompatibel dengan software Fire Bird SL ini.

Salah satunya adalah Linux, Windows dan Unix. Maka dari itu, teknisi jaringan wajib mempelajari Fire Bird SL apabila Anda menggunakan device dengan sistem operasi tertentu

  1. Oracle

Jika Anda ingin mempelajari tentang database server, maka gunakan Oracle. Software database server ini cukup familiar bagi para pengelola database server komputer. Ada banyak kelebihan dari software Oracle.

Pertama, data yang diunggah tersimpan otomatis meskipun mengalami kendala seperti mati lampu ditengah proses pengunggahan data. Kedua, memberikan perlindungan atas virus-virus internet.

  1. Ms SQL Server

Ms SQL Server ini juga memiliki keterikatan dengan beberapa software Microsoft, salah satunya adalah Microsoft Acces. Jadi, Anda bisa menggunakan Ms SQL Server untuk konfigurasi database server jaringan komputer.

Umumnya Ms SQL Server ini digunakan sebagai penyedia data jangka pendek dan menengah. Namun kini, MS SQL Server telah diupgrade untuk dapat menyediakan data jangka panjang. Oleh sebab itu, teknisi jaringan dapat menggunakan software Ms SQL Server.

Tutorial Lengkap Cara Konfigurasi Database Server

Tutorial Konfigurasi Database Server Beserta Fungsinya

Sebelum mempelajari bagaimana cara menkonfigurasikan server database, maka Anda wajib memiliki software DNS server, web server, dan juga memiliki DVD ISO Debian versi 1 dan 2. Jika belum memilikinya, maka silahkan install bahan-bahan untuk konfigurasi server database.

Jika sudah Anda install semuanya, maka langkah pertama adalah masuk sebagai aplikasi super user atau aplikasi root. Setelah itu, cari menu aplikasi Debian ISO 2. Apabila sudah masuk ke aplikasi Debian ISO 2, maka segera install mariadb-server serta phpMyAdmin.

Setelah proses install mariadb-server dan phpMyAdmin selesai, maka kemudian ada beberapa kotak dialog. Tulis No dan kemudian ada pilihan apache2. Untuk memilihnya, maka tekan tombol spasi pada keyboard.

Langkah selanjutnya adalah masuk ke dalam konfigurasi database server. Caranya cukup rumit. Anda mulai masuk dalam tahap konfigurasi software MySQL dengan cara #mysql_secure_instalation.

Kemudian, masukkan kode password root device Anda. Jika belum memiliki kode password root device, maka silahkan membuatnya terlebih dahulu dengan memilih menu “set password root”. Setelah itu, masuk ke menu konfigurasi dengan sebagai berikut ini :

(#mysql-u root-p mysql) masukkan kata sandi root yang telah Anda buat

MariaDB [mysql] update user set plugin =”where user=’root’

MariaDB [mysql]>flush privileges;

MariaDB [mysql]>quit

Apabila proses konfigurasi database server selesai, maka silahkan lakukan uji  browser dengan mamasukkan id domain Anda. Jika berhasil, maka proses konfigurasi dinyatakan berhasil dan selesai.

Setiap jaringan komputer wajib terkonfigurasi dengan server database. Tujuannya untuk memudahkan proses searching data informasi yang dibutuhkan. Maka dari itu, kami sarankan untuk mempelajari dahulu jenis dan cara konfigurasi database server.